Indonesia saat ini sudah mempunyai 7 pecatur yang bergelar Grandmaster (GM) yaitu :
Pada Postingan kali ini saya akan Membahas Tentang 7 pecatur yang Bergelar GrandMaster ..
Pastii Wow Tentunya ..
Oke Langsung aja Simak Kisah Nya ..
Utut Adianto Wahyuwidayat (lahir di Jakarta, Indonesia, 16 Maret 1965; umur 47 tahun) adalah seorang pecatur yang sering dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah Grandmaster (GM) Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini.
Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun. Sejak saat itu, prestasi tersebut telah berhasil dilewati pecatur muda lainnya, Susanto Megaranto, yang menjadi GM pada usia 17 tahun. Utut sempat menjadi grand master super pada tahun 1995-1999, saat ELO ratingnya melebihi 2600.
Ia pernah masuk peringkat 100 besar dunia pada Juli 2001 dengan ELO rating 2598. Bersama dengan Machnan R. Kamaluddin, Ir. Eka Putra Wirya danKristianus Liem, ia mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto pada 1 Juli 1993, yang telah melahirkan beberapa pecatur nasional.
Dari pernikahannya dengan Dr. Tri Hatmanti, ia mempunyai seorang anak bernama Mekar Melati Mewangi.
Grand Master Edhi Handoko telah menorehkan prestasi baik nasional maupun internasional dan catatan prestasi terbaiknya dibuat saat meraih gelar Grand Master tahun 1994 dengan rating Elo 2.495. Ia meraih gelar Master Nasional pada tahun 1978, dilanjutkan Master FIDE dan Master Internasional pada tahun 1982. Handoko pernah empat kali menjadi juara nasional, yaitu pada tahun 1978, 1979, 1984 dan 1991. Ia juga merebut medali emas PON 1985 baik di perorangan maupun beregu dan merebut emas di nomor beregu pada PON 2004.
Di tingkat internasional ia delapan kali membela tim Indonesia sebagai pemain yakni tahun 1980, 1982, 1984, 1986, 1988, 1992, 1994, dan 2000. Ia menjabat sebagai kapten tim putri Indonesia tahun 1990 dan kapten tim putra tahun 2006 dan 2008. Selain itu di tingkat internasional ia juga merebut medali perak bereguSEA Games 2003 dan juara beregu Antarkota Asia tahun 1993 dan 1994.
Ruben sedikitnya tercatat dua kali memperkuat tim Indonesia pada Olimpiade Catur, yaitu pada Olimpiade Istanbul tahun 2000 dan Olimpiade Calvia tahun 2004. Prestasi lainnya adalah menjadi Juara Junior Asia (KU20) tahun 1983 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia juga pernah membela Sumatera Barat pada Porwil VI-2003 di Bandar Lampung dan PON XVI-2004 di Palembang.
Ia meninggal dunia meninggal dalam usia 38 tahun karena penyakit jantung dan pneumonia, yang pertama kali menyerangnya saat ia sedang membela tim Indonesia pada Olimpiade Catur di Calvia. Peringkat terakhir Ruben yang tercatat FIDE adalah urutan ke-1009 dunia (Juli 2005). ELO ratingnya saat itu adalah 2463, sementara rating tertinggi yang pernah dicapainya adalah 2467.
Berikut Adalah 7 Grand master Yang saya ulas dari berbagai sumber ^^

Mana Ardiansyah?
BalasHapusMana Theodoran?
BalasHapusKarena ardiansyah tidak bergelar grandmaster
BalasHapusCoba dibuka bukunya. GM catur indonesia yg kedua itu siapa.. 😊😊
HapusArdiansyah sudah GM bung... Mngkn elo rating agak tertinggal di catur yg skrng. Salam damai :)
BalasHapusBeritanya kurang akurat. Nanti byk baca buku catur lagi ya bro. H Ardiansyah mendapat gelar GM di swiss dari tahun 1986.
BalasHapusMonica Sihite gamasuk nih ? Blog nya yg bagus bagus aja . baris Hutagalung juga ga masuk. Knowledge nya ditambah dong
BalasHapus